Senin, 21 September 2026

Administrasi File Linux Debian

Administrasi File Linux Debian
🐧 Linux Debian • Praktikum

Administrasi File Linux Debian

Catatan praktik administrasi file pada sistem operasi Linux Debian, mulai dari melihat direktori, berpindah direktori, membuat folder dan file, hingga memahami hak akses file.

📁 Administrasi File 🐧 Linux Debian 💻 Sistem Operasi Jaringan 📝 Catatan Praktikum

📚 Pengantar Administrasi File

Setelah mempelajari administrasi user dengan beberapa perintah seperti login root, clear, adduser, logout, userdel, groupadd, groupdel, dan usermod, pembelajaran dilanjutkan dengan administrasi file pada Linux Debian.

Linux tidak menggunakan sistem drive seperti Windows. Linux menggunakan struktur direktori dengan satu direktori akar yang disebut root directory dan dilambangkan dengan tanda /.

Setiap user juga dapat memiliki direktori sendiri. Selain itu, Linux memiliki aturan hak akses sehingga tidak semua user dapat mengakses seluruh file dan direktori.

🧭 Daftar Isi

01

Perintah ls /

Perintah ls / digunakan untuk menampilkan daftar direktori dan file yang terdapat pada root directory Linux.

Root directory merupakan direktori paling atas pada struktur file Linux dan ditulis menggunakan tanda /.

Debian Terminal
ls /
Screenshot perintah ls pada root directory Linux Debian
Gambar 1 — Menampilkan isi root directory menggunakan perintah ls /
💡 Catatan Perintah ls <nama_direktori> juga dapat digunakan untuk menampilkan isi dari direktori tertentu.
02

Perintah cd /usr

Setelah melihat struktur direktori menggunakan ls /, langkah berikutnya adalah berpindah ke direktori /usr.

Untuk berpindah direktori digunakan perintah cd atau change directory.

Debian Terminal
cd /usr
Screenshot perintah cd usr pada Linux Debian
Gambar 2 — Berpindah ke direktori /usr menggunakan perintah cd /usr
📌 Perhatikan simbol ~ Setelah berpindah direktori, tanda ~ pada terminal dapat berubah sesuai lokasi direktori aktif yang sedang digunakan.
03

Perintah mkdir <nama_directory>

Perintah mkdir digunakan untuk membuat direktori atau folder baru pada Linux.

Nama direktori dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Contohnya adalah membuat direktori dengan nama data.

Debian Terminal
mkdir data
Screenshot membuat directory dengan mkdir Linux Debian
Gambar 3 — Membuat directory baru menggunakan perintah mkdir

Untuk memastikan direktori berhasil dibuat, gunakan perintah ls.

Debian Terminal
ls
💡 Catatan Jika ls digunakan tanpa nama direktori, maka Linux akan menampilkan isi dari direktori aktif saat ini.
⚠️ Hak Akses File Linux memiliki aturan hak akses terhadap file dan direktori. Tidak semua user dapat mengakses seluruh file. User root memiliki hak akses paling tinggi dan dapat mengatur permission terhadap file tertentu.

👤 Membuat User Bintang

Setelah membuat direktori, dibuat sebuah user dengan nama bintang. User tersebut kemudian digunakan untuk melakukan pengujian terhadap file dan hak akses pada Linux Debian.

Debian Terminal
adduser bintang

Setelah user berhasil dibuat, lakukan logout dari root kemudian masuk menggunakan user bintang.

04

Perintah touch <nama_file>

Perintah touch digunakan untuk membuat sebuah file kosong.

Sebagai contoh, dapat dibuat file dengan nama contoh.txt.

Debian Terminal
touch contoh.txt
Screenshot perintah touch dan ls l pada Linux Debian
Gambar 4 — Membuat file kosong menggunakan touch dan melihat atribut file dengan ls -l

Setelah file dibuat, masuk kembali ke direktori /usr dan gunakan perintah ls -l.

Debian Terminal
cd /usr
ls -l
💡 Apa fungsi ls -l? ls -l menampilkan isi direktori dalam bentuk daftar lengkap, termasuk permission, owner, group, ukuran file, waktu perubahan, dan nama file atau direktori.
05

Mengubah Hak Akses

Linux menggunakan sistem permission untuk mengatur siapa yang dapat membaca, menulis, atau menjalankan sebuah file maupun direktori.

Direktori yang dibuat biasanya memiliki pemilik atau owner tertentu. Dalam praktik ini, direktori root dibuat dan dimiliki oleh user root.

Screenshot permission Linux Debian
Gambar 5 — Tampilan hak akses file atau direktori menggunakan ls -l

🔐 Memahami 10 Karakter Permission

Pada hasil perintah ls -l, bagian pertama menunjukkan jenis file dan hak akses. Secara umum terdiri dari 10 karakter.

d Jenis File d = directory
rwx Owner Hak akses pemilik
rwx Group Hak akses group
rwx Others Hak akses pengguna lain

① Jenis File / Direktori

Karakter pertama menunjukkan jenis objek.

d berarti objek tersebut merupakan directory, sedangkan tanda - menunjukkan sebuah file biasa.

② Hak Akses Pemilik File

Tiga karakter berikutnya menunjukkan hak akses untuk pemilik atau owner.

  • r = read / membaca
  • w = write / menulis
  • x = execute / menjalankan
  • - = tidak memiliki hak tersebut

③ Hak Akses Group

Tiga karakter berikutnya menunjukkan hak akses untuk group pemilik file atau direktori.

  • r = membaca
  • w = menulis
  • x = menjalankan
  • - = tidak memiliki hak tersebut

④ Hak Akses Pengguna Lain

Tiga karakter terakhir menunjukkan hak akses untuk pengguna selain owner dan group.

  • r = membaca
  • w = menulis
  • x = menjalankan
  • - = tidak memiliki hak tersebut
📌 Contoh membaca permission Jika muncul permission seperti drwxr-xr-x, maka karakter pertama menunjukkan directory, kemudian tiga karakter berikutnya adalah hak owner, tiga berikutnya adalah hak group, dan tiga terakhir adalah hak pengguna lainnya.

📚 Materi Suplemen

Berikut beberapa materi tambahan yang dapat digunakan untuk memperdalam pemahaman mengenai administrasi file dan struktur direktori pada Linux.

Materi tambahan operasi administrasi file Linux
Gambar Suplemen 1 — Operasi dan administrasi file Linux
File hirarki Linux
Gambar Suplemen 2 — File Hirarki pada Linux
Struktur direktori Linux
Gambar Suplemen 3 — Struktur direktori Linux

⚡ Ringkasan Perintah

Berikut rangkuman perintah yang digunakan dalam praktikum administrasi file Linux Debian.

Perintah Fungsi
ls / Menampilkan daftar direktori dan file pada root directory.
cd /usr Mengganti direktori aktif menjadi /usr.
mkdir Membuat directory baru.
touch Membuat file kosong.
ls -l Menampilkan isi direktori beserta atribut dan hak aksesnya.

✅ Kesimpulan

Administrasi file pada Linux Debian merupakan dasar penting dalam memahami bagaimana sistem operasi Linux mengatur file dan direktori.

Melalui praktikum ini, dapat dipahami penggunaan beberapa perintah dasar seperti ls, cd, mkdir, touch, dan ls -l.

Selain itu, dipelajari juga struktur direktori Linux yang menggunakan root directory / serta sistem permission yang membedakan hak akses owner, group, dan pengguna lainnya.

Pemahaman mengenai administrasi file dan permission menjadi dasar penting sebelum mempelajari administrasi sistem Linux yang lebih lanjut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Administrasi File Linux Debian

Administrasi File Linux Debian 🐧 Linux Debian • Praktikum Administrasi File Linux De...