Senin, 21 September 2026

Administrasi File Linux Debian

Administrasi File Linux Debian
🐧 Linux Debian • Praktikum

Administrasi File Linux Debian

Catatan praktik administrasi file pada sistem operasi Linux Debian, mulai dari melihat direktori, berpindah direktori, membuat folder dan file, hingga memahami hak akses file.

📁 Administrasi File 🐧 Linux Debian 💻 Sistem Operasi Jaringan 📝 Catatan Praktikum

📚 Pengantar Administrasi File

Setelah mempelajari administrasi user dengan beberapa perintah seperti login root, clear, adduser, logout, userdel, groupadd, groupdel, dan usermod, pembelajaran dilanjutkan dengan administrasi file pada Linux Debian.

Linux tidak menggunakan sistem drive seperti Windows. Linux menggunakan struktur direktori dengan satu direktori akar yang disebut root directory dan dilambangkan dengan tanda /.

Setiap user juga dapat memiliki direktori sendiri. Selain itu, Linux memiliki aturan hak akses sehingga tidak semua user dapat mengakses seluruh file dan direktori.

🧭 Daftar Isi

01

Perintah ls /

Perintah ls / digunakan untuk menampilkan daftar direktori dan file yang terdapat pada root directory Linux.

Root directory merupakan direktori paling atas pada struktur file Linux dan ditulis menggunakan tanda /.

Debian Terminal
ls /
Screenshot perintah ls pada root directory Linux Debian
Gambar 1 — Menampilkan isi root directory menggunakan perintah ls /
💡 Catatan Perintah ls <nama_direktori> juga dapat digunakan untuk menampilkan isi dari direktori tertentu.
02

Perintah cd /usr

Setelah melihat struktur direktori menggunakan ls /, langkah berikutnya adalah berpindah ke direktori /usr.

Untuk berpindah direktori digunakan perintah cd atau change directory.

Debian Terminal
cd /usr
Screenshot perintah cd usr pada Linux Debian
Gambar 2 — Berpindah ke direktori /usr menggunakan perintah cd /usr
📌 Perhatikan simbol ~ Setelah berpindah direktori, tanda ~ pada terminal dapat berubah sesuai lokasi direktori aktif yang sedang digunakan.
03

Perintah mkdir <nama_directory>

Perintah mkdir digunakan untuk membuat direktori atau folder baru pada Linux.

Nama direktori dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Contohnya adalah membuat direktori dengan nama data.

Debian Terminal
mkdir data
Screenshot membuat directory dengan mkdir Linux Debian
Gambar 3 — Membuat directory baru menggunakan perintah mkdir

Untuk memastikan direktori berhasil dibuat, gunakan perintah ls.

Debian Terminal
ls
💡 Catatan Jika ls digunakan tanpa nama direktori, maka Linux akan menampilkan isi dari direktori aktif saat ini.
⚠️ Hak Akses File Linux memiliki aturan hak akses terhadap file dan direktori. Tidak semua user dapat mengakses seluruh file. User root memiliki hak akses paling tinggi dan dapat mengatur permission terhadap file tertentu.

👤 Membuat User Bintang

Setelah membuat direktori, dibuat sebuah user dengan nama bintang. User tersebut kemudian digunakan untuk melakukan pengujian terhadap file dan hak akses pada Linux Debian.

Debian Terminal
adduser bintang

Setelah user berhasil dibuat, lakukan logout dari root kemudian masuk menggunakan user bintang.

04

Perintah touch <nama_file>

Perintah touch digunakan untuk membuat sebuah file kosong.

Sebagai contoh, dapat dibuat file dengan nama contoh.txt.

Debian Terminal
touch contoh.txt
Screenshot perintah touch dan ls l pada Linux Debian
Gambar 4 — Membuat file kosong menggunakan touch dan melihat atribut file dengan ls -l

Setelah file dibuat, masuk kembali ke direktori /usr dan gunakan perintah ls -l.

Debian Terminal
cd /usr
ls -l
💡 Apa fungsi ls -l? ls -l menampilkan isi direktori dalam bentuk daftar lengkap, termasuk permission, owner, group, ukuran file, waktu perubahan, dan nama file atau direktori.
05

Mengubah Hak Akses

Linux menggunakan sistem permission untuk mengatur siapa yang dapat membaca, menulis, atau menjalankan sebuah file maupun direktori.

Direktori yang dibuat biasanya memiliki pemilik atau owner tertentu. Dalam praktik ini, direktori root dibuat dan dimiliki oleh user root.

Screenshot permission Linux Debian
Gambar 5 — Tampilan hak akses file atau direktori menggunakan ls -l

🔐 Memahami 10 Karakter Permission

Pada hasil perintah ls -l, bagian pertama menunjukkan jenis file dan hak akses. Secara umum terdiri dari 10 karakter.

d Jenis File d = directory
rwx Owner Hak akses pemilik
rwx Group Hak akses group
rwx Others Hak akses pengguna lain

① Jenis File / Direktori

Karakter pertama menunjukkan jenis objek.

d berarti objek tersebut merupakan directory, sedangkan tanda - menunjukkan sebuah file biasa.

② Hak Akses Pemilik File

Tiga karakter berikutnya menunjukkan hak akses untuk pemilik atau owner.

  • r = read / membaca
  • w = write / menulis
  • x = execute / menjalankan
  • - = tidak memiliki hak tersebut

③ Hak Akses Group

Tiga karakter berikutnya menunjukkan hak akses untuk group pemilik file atau direktori.

  • r = membaca
  • w = menulis
  • x = menjalankan
  • - = tidak memiliki hak tersebut

④ Hak Akses Pengguna Lain

Tiga karakter terakhir menunjukkan hak akses untuk pengguna selain owner dan group.

  • r = membaca
  • w = menulis
  • x = menjalankan
  • - = tidak memiliki hak tersebut
📌 Contoh membaca permission Jika muncul permission seperti drwxr-xr-x, maka karakter pertama menunjukkan directory, kemudian tiga karakter berikutnya adalah hak owner, tiga berikutnya adalah hak group, dan tiga terakhir adalah hak pengguna lainnya.

📚 Materi Suplemen

Berikut beberapa materi tambahan yang dapat digunakan untuk memperdalam pemahaman mengenai administrasi file dan struktur direktori pada Linux.

Materi tambahan operasi administrasi file Linux
Gambar Suplemen 1 — Operasi dan administrasi file Linux
File hirarki Linux
Gambar Suplemen 2 — File Hirarki pada Linux
Struktur direktori Linux
Gambar Suplemen 3 — Struktur direktori Linux

⚡ Ringkasan Perintah

Berikut rangkuman perintah yang digunakan dalam praktikum administrasi file Linux Debian.

Perintah Fungsi
ls / Menampilkan daftar direktori dan file pada root directory.
cd /usr Mengganti direktori aktif menjadi /usr.
mkdir Membuat directory baru.
touch Membuat file kosong.
ls -l Menampilkan isi direktori beserta atribut dan hak aksesnya.

✅ Kesimpulan

Administrasi file pada Linux Debian merupakan dasar penting dalam memahami bagaimana sistem operasi Linux mengatur file dan direktori.

Melalui praktikum ini, dapat dipahami penggunaan beberapa perintah dasar seperti ls, cd, mkdir, touch, dan ls -l.

Selain itu, dipelajari juga struktur direktori Linux yang menggunakan root directory / serta sistem permission yang membedakan hak akses owner, group, dan pengguna lainnya.

Pemahaman mengenai administrasi file dan permission menjadi dasar penting sebelum mempelajari administrasi sistem Linux yang lebih lanjut.

Administrasi User Linux Debian

Administrasi User Linux Debian
LINUX DEBIAN • SISTEM OPERASI JARINGAN

Administrasi User Linux Debian

Dokumentasi praktikum administrasi user, group, direktori, dan hak akses pada Sistem Operasi Linux Debian.

Nama Raka Ilham
Kelas XII TJKT
Materi Administrasi User
01

Login Debian

Setelah proses instalasi Debian selesai, akan muncul tampilan login. Pada tahap ini pengguna dapat memasukkan username untuk masuk ke dalam sistem.

Debian Login
debian123 login:
📌 Keterangan Tampilan tersebut merupakan prompt login pada sistem Linux Debian.
02

Masuk sebagai Root

Ketik root pada bagian debian123 login, kemudian masukkan password.

Debian Login
debian123 login: root
Password:
⚠️ Catatan Penting Root merupakan level administrasi tertinggi pada Linux. Root dapat melakukan berbagai pengelolaan sistem, termasuk membuat dan menghapus user.
03

clear

Setelah berhasil login sebagai root, ketik perintah berikut untuk membersihkan tampilan terminal.

root@debian123
clear
💡 Fungsi Perintah clear digunakan untuk membersihkan tampilan terminal.
04

adduser

Perintah adduser digunakan untuk membuat user baru pada sistem Linux Debian.

root@debian123
adduser <nama_pengguna>

📝 Proses Pembuatan User

Setelah command dijalankan, sistem akan meminta password dan beberapa informasi yang berkaitan dengan user tersebut.

05

logout

Perintah logout digunakan untuk keluar dari sesi user yang sedang aktif.

Linux Terminal
logout
06

Membuat dan Menggunakan User Baru

Pada tahap ini dibuat user baru dengan nama bill dan password gates.

root@debian123
adduser bill

Setelah user dibuat, prompt pada terminal akan berbeda antara root dan user biasa.

Root

root@debian123:~#

User Bill

bill@debian123:~$

Tanda ~ menunjukkan direktori aktif. Pada contoh tersebut, user bill berada pada home directory-nya.

07

userdel -r

Untuk menghapus user, keluar dari user tersebut kemudian login kembali sebagai root.

root@debian123
userdel -r <nama_pengguna>
⚠️ Perhatian Perintah tersebut menghapus user beserta data yang terdapat pada direktori /home pengguna.
08

Group User

User yang memiliki akses yang sama dapat dikelompokkan ke dalam sebuah group.

➕ Membuat Group

Gunakan perintah groupadd untuk membuat group baru.

root@debian123
groupadd jawatengah
groupadd jawabarat

👥 User yang Dibuat

Jawa Tengah

User pati
User rembang

Jawa Barat

User bandung
User subang

➖ Menghapus Group

Untuk menghapus group gunakan perintah berikut:

root@debian123
groupdel <nama_group>
09

usermod -g

Perintah usermod -g digunakan untuk memindahkan user ke suatu group.

root@debian123
usermod -g <nama_group> <nama_user>

🇮🇩 Jawa Tengah

pati → jawatengah
rembang → jawatengah

🇮🇩 Jawa Barat

bandung → jawabarat
subang → jawabarat
10

ls /

Linux tidak menggunakan sistem drive seperti Windows. Linux menggunakan struktur direktori.

📂 Root Directory

Direktori paling utama disebut root directory dan ditulis menggunakan tanda /.

Linux Terminal
ls /

Perintah tersebut digunakan untuk menampilkan isi dari root directory.

Linux Terminal
ls <nama_direktori>

Perintah tersebut digunakan untuk menampilkan isi dari direktori tertentu.

11

cd /usr

Perintah cd digunakan untuk mengganti direktori aktif.

Linux Terminal
cd /usr
📌 Keterangan Perintah tersebut mengubah direktori aktif menjadi /usr. Tanda ~ pada prompt akan berubah sesuai dengan direktori aktif.
12

mkdir

Perintah mkdir digunakan untuk membuat directory baru.

Linux Terminal
mkdir <nama_directory>

Setelah membuat directory, gunakan ls untuk memeriksa apakah directory berhasil dibuat.

Linux Terminal
ls
📌 Informasi Jika ls dijalankan tanpa argument, maka isi dari direktori aktif, yaitu /usr, akan ditampilkan.

Linux memiliki aturan akses terhadap file dan directory. Root dapat mengakses seluruh file dan directory serta memberikan hak akses kepada user.

13

Membuat User Bintang

Buat user baru dengan nama bintang, kemudian logout dan login sebagai user bintang.

root@debian123
adduser bintang
💡 Langkah Selanjutnya Setelah user berhasil dibuat, gunakan logout kemudian login kembali menggunakan user bintang.
14

touch

Perintah touch digunakan untuk membuat file kosong.

Linux Terminal
touch <nama_file>

Setelah membuat file, kembali ke direktori /usr. Kemudian gunakan ls -l untuk melihat isi direktori beserta atributnya.

Linux Terminal
ls -l
+

Materi Tambahan

📘 Membuat User dan Grup dalam Debian 10

🖼️ Gambar Operasi Dasar Linux Debian

📂 File Hirarki pada Linux

✓

Ringkasan Perintah

Perintah Fungsi
clear Membersihkan tampilan terminal
adduser Menambahkan user baru
logout Keluar dari sesi user
userdel -r Menghapus user dan data pada /home pengguna
groupadd Membuat group baru
groupdel Menghapus group
usermod -g Memindahkan user ke suatu group
ls Menampilkan isi direktori
cd Mengganti direktori aktif
mkdir Membuat directory
touch Membuat file kosong
ls -l Menampilkan isi direktori beserta atributnya

🎯 Kesimpulan

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, administrasi user pada Linux Debian mencakup proses login sebagai root, membuat dan menghapus user, mengelola group, memindahkan user ke group tertentu, serta mengelola direktori dan file melalui terminal.

Dengan memahami command seperti adduser, userdel, groupadd, groupdel, usermod, ls, cd, mkdir, dan touch, pengguna dapat melakukan administrasi dasar pada sistem Linux Debian secara lebih terstruktur.

Perintah Dasar Linux yang Sering Digunakan oleh Pemula

Perintah Dasar Linux untuk Pemula

catatan praktik — sistem operasi

Perintah Dasar Linux yang Wajib Dikenal Pemula

Sebelum mengoperasikan Linux secara nyaman, kita perlu akrab dulu dengan terminal. Berikut kumpulan perintah command line yang paling sering dipakai sehari-hari, dikelompokkan supaya lebih mudah diingat.

user@linux: ~
$ls -l

drwxr-xr-x 4 user user 4096 Sep 22 09:14 dataku

$cd dataku

Command line adalah cara paling langsung untuk mengendalikan Linux — mulai dari berpindah folder, mengatur hak akses file, sampai memasang aplikasi. Semua bisa dilakukan hanya dengan mengetik satu baris perintah.

Daftar berikut bukan perintah yang harus dihafal sekaligus. Cukup pahami kegunaannya, lalu praktikkan langsung di terminal supaya lebih menempel di ingatan.

Navigasi & Direktori

6 perintah

Untuk berpindah dan melihat isi folder tanpa perlu antarmuka grafis.

pwdMenampilkan lokasi direktori tempat kita berada saat ini.
cdKembali ke direktori home pengguna.
cd ..Naik satu tingkat ke direktori induk (parent).
cd -Melompat kembali ke direktori yang terakhir dikunjungi.
cd datakuMasuk ke direktori dengan nama tertentu, misalnya "dataku".
ls / ls -lMenampilkan isi folder; versi "-l" menambahkan ukuran, waktu ubah, pemilik, dan hak akses.

Berkas & Folder

7 perintah

Operasi dasar untuk membuat, menyalin, memindahkan, dan menghapus data.

mkdir gambarMembuat folder baru, dalam contoh ini bernama "gambar".
touchMembuat berkas kosong yang baru.
cp fileA fileBMenduplikasi fileA menjadi salinan baru bernama fileB.
mv source destMemindahkan berkas atau folder ke lokasi tujuan.
mv lama baruMengganti nama berkas, karena Linux tidak punya perintah "rename" tersendiri.
rm file / rm -f fileMenghapus berkas; opsi "-f" memaksa hapus tanpa konfirmasi.
rm -rf dirMenghapus folder beserta seluruh isinya secara paksa — gunakan hati-hati.

Hak Akses & Kepemilikan

3 perintah

Mengatur siapa yang boleh membaca, menulis, atau menjalankan sebuah berkas.

sudo suMasuk sebagai super user (administrator) untuk menjalankan perintah dengan akses penuh.
chmodMengubah izin akses (permission) suatu berkas atau folder.
chownMengubah kepemilikan suatu berkas atau folder ke pengguna lain.

Instalasi & Kompresi

2 perintah

Memasang aplikasi dan membongkar berkas terkompresi.

tar xzf file.tar.gzMengekstrak arsip .tar.gz menggunakan kompresi gzip.
dpkg -i package.debMemasang paket aplikasi berformat .deb ke sistem.

Jaringan

2 perintah

Mengecek koneksi dan mengambil berkas dari internet.

ping hostMengirim paket uji ke sebuah host untuk memeriksa apakah koneksinya hidup.
wget fileMengunduh berkas dari internet langsung lewat terminal.

Sistem & Tampilan Terminal

6 perintah

Perintah bantu sehari-hari saat bekerja di terminal.

clearMembersihkan tampilan layar terminal dari histori sebelumnya.
lessMembuka dan membaca isi berkas teks halaman demi halaman.
echoMenampilkan teks ke layar, atau menuliskannya ke dalam sebuah berkas.
topMemantau penggunaan memori dan proses yang sedang berjalan.
exitKeluar dari sesi terminal yang sedang aktif.
shutdown nowMematikan sistem operasi secara langsung.

Kenapa penting dihafal bertahap?

Perintah-perintah di atas adalah fondasi. Setelah terbiasa dengan ini, mempelajari perintah Linux yang lebih kompleks — seperti manajemen proses, scripting, atau administrasi jaringan — akan terasa jauh lebih mudah.

Senin, 13 Juli 2026

Virtualisasi Sistem Operasi

🌿 Materi TJKT • Virtualisasi Sistem Operasi

Virtualisasi Sistem Operasi

Pelajari konsep virtualisasi, jenis mesin virtual, hypervisor, hingga format berkas virtual seperti VDI, VHD, dan VMDK dengan tampilan modern yang mudah dipahami.

3

Format Virtual Disk

2

Tipe Hypervisor

100%

Materi Lengkap

∞

Pengembangan VM

📚 Daftar Isi

  • 📖 Pengertian Virtualisasi
  • 💻 VDI, VHD, dan VMDK
  • 🚀 Keuntungan Virtualisasi
  • 🏢 Contoh Penggunaan
  • ⚙ Hypervisor
  • 🖥 Hypervisor Tipe 1 & 2
  • 💾 Format Berkas
  • 📊 Perbandingan Format
  • ✅ Kesimpulan

📖 Pengertian Virtualisasi Sistem Operasi

Virtualisasi Sistem Operasi Gambar 1. Ilustrasi Virtualisasi Sistem Operasi

Virtualisasi adalah teknologi yang memungkinkan satu komputer fisik menjalankan beberapa sistem operasi secara bersamaan melalui mesin virtual (Virtual Machine/VM). Dengan teknologi ini, setiap sistem operasi bekerja secara terpisah seolah-olah memiliki perangkat kerasnya sendiri.

Melalui virtualisasi, pengguna dapat menginstal Windows, Linux, atau sistem operasi lainnya dalam satu perangkat tanpa harus melakukan dual boot maupun membeli komputer tambahan. Hal ini membuat pengelolaan server, pengujian aplikasi, dan pengembangan perangkat lunak menjadi lebih efisien.

Saat ini virtualisasi telah banyak digunakan oleh perusahaan, institusi pendidikan, penyedia layanan cloud, hingga pengembang aplikasi karena menawarkan fleksibilitas tinggi, keamanan yang lebih baik, serta efisiensi penggunaan sumber daya perangkat keras.

💡 Tahukah Kamu?

Teknologi virtualisasi menjadi fondasi utama layanan cloud computing modern. Sebagian besar server cloud di dunia menggunakan virtual machine agar satu server fisik dapat melayani banyak pengguna secara bersamaan dengan aman.

💻 Perbedaan VDI, VHD, dan VMDK

Dalam dunia virtualisasi terdapat beberapa format berkas virtual hard disk yang digunakan oleh berbagai aplikasi virtualisasi. Tiga format yang paling populer adalah VDI, VHD, dan VMDK. Masing-masing memiliki karakteristik, keunggulan, dan kompatibilitas yang berbeda.

🟢 VDI

Virtual Disk Image (VDI) merupakan format virtual hard disk bawaan Oracle VirtualBox. Format ini dirancang agar mudah digunakan untuk membuat dan mengelola mesin virtual pada VirtualBox.

  • Format bawaan Oracle VirtualBox.
  • Mudah dibuat dan dikelola.
  • Dapat dikonversi ke format lain.
  • Cocok untuk pembelajaran dan laboratorium.

🟢 VHD

Virtual Hard Disk (VHD) merupakan format virtual disk yang dikembangkan Microsoft dan digunakan pada Hyper-V. Format ini juga banyak digunakan pada layanan cloud Microsoft Azure.

  • Dikembangkan Microsoft.
  • Mendukung Windows, Linux, dan FreeBSD.
  • Dapat dienkripsi.
  • Banyak digunakan pada Hyper-V.

🟢 VMDK

Virtual Machine Disk (VMDK) merupakan format virtual disk yang digunakan VMware. Format ini terkenal memiliki performa tinggi dan fitur penyimpanan yang lengkap.

  • Format bawaan VMware.
  • Mendukung Windows, Linux, dan macOS.
  • Memiliki fitur Thin Provisioning.
  • Mendukung deduplikasi data.

📌 Ringkasan

Jika menggunakan VirtualBox, maka format yang paling sesuai adalah VDI. Apabila menggunakan Hyper-V, maka format yang direkomendasikan adalah VHD. Sedangkan pengguna VMware umumnya menggunakan VMDK.

🚀 Keuntungan Virtualisasi

Teknologi virtualisasi memberikan banyak manfaat bagi perusahaan maupun pengguna individu. Dengan memanfaatkan mesin virtual, penggunaan perangkat keras menjadi lebih efisien serta pengelolaan sistem menjadi lebih mudah.

💰 Hemat Biaya

Satu komputer fisik dapat menjalankan beberapa mesin virtual sekaligus sehingga mengurangi kebutuhan membeli banyak perangkat keras.

📈 Skalabilitas

Virtual machine dapat dibuat, disalin, dipindahkan, maupun dihapus hanya dalam hitungan menit sehingga memudahkan pengembangan sistem.

🔒 Keamanan

Setiap mesin virtual memiliki lingkungan yang terisolasi sehingga gangguan pada satu VM tidak akan memengaruhi VM lainnya.

⚡ Efisiensi

Pemanfaatan CPU, RAM, dan media penyimpanan menjadi jauh lebih optimal karena satu server dapat digunakan oleh banyak sistem operasi.

🛠 Pengujian Aman

Virtualisasi memungkinkan pengguna melakukan pengujian aplikasi maupun sistem operasi baru tanpa mengganggu sistem utama.

☁ Cloud Computing

Sebagian besar layanan cloud modern dibangun di atas teknologi virtualisasi sehingga sumber daya dapat dibagikan secara fleksibel kepada banyak pengguna.

💡 Mengapa Virtualisasi Populer?

Virtualisasi memungkinkan organisasi meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya infrastruktur, mempercepat deployment server, serta meningkatkan keamanan melalui isolasi antar mesin virtual.

Perkembangan Sistem Operasi Open Source

Rabu, 11 Februari 2015

Perkembangan Sistem Operasi Open Source

Buku Sistem Operasi

Open source adalah istilah untuk software yang kode programnya disediakan oleh pengembangnya untuk umum agar dapat dipelajari cara kerjanya, diubah atau dikembangkan lebih lanjut serta untuk disebarluaskan. Apabila pembuat program melarang orang lain untuk mengubah dan atau menyebarluaskan program buatannya, maka program itu bukan open source, meskipun tersedia kode programnya.

Open source merupakan salah satu syarat bahwa suatu software dikatakan Free Software. Free software pasti open source software, namun open source software belum tentu free software. Salah satu contoh free software adalah Linux. Contoh open source software adalah FreeBSD.

FreeBSD vs Mac OSX & Penggunaan di Indonesia

Linux yang berlisensi free software tidak dapat diubah menjadi berlisensi tidak free software, sedangkan FreeBSD yang berlisensi open source software dapat diubah menjadi tidak open source. FreeBSD (open source) merupakan salah satu dasar untuk membuat Mac OSX (tidak open source).

http://www.opensource.org/licenses memuat jenis-jenis lisensi open source.

Mulai tahun 1994-1995, server-server di Institut Teknologi Bandung (ITB) mulai menggunakan FreeBSD sebagai sistem operasinya. FreeBSD merupakan sistem operasi open source dan tangguh untuk keamanan jaringan maupun server. Tetapi kemudian para administrator jaringan di Computer Network Research Group (CNRG) ITB lebih menyukai laptop Mac dengan sistem operasi Mac OS X yang berbasis BSD daripada sistem operasi lain.

Istilah open source (kode program terbuka) sendiri baru dipopulerkan tahun 1998.

Sejarah Hacker & Lahirnya GNU

Sejarah piranti lunak open source sendiri bisa ditarik jauh ke belakang semenjak kultur hacker berkembang di laboratorium-laboratorium komputer di universitas-universitas Amerika seperti Stanford University, University of California Berkeley dan Massachusetts Institute of Technology (MIT) pada tahun 1960 - 1970-an.

Awalnya tumbuh dari suatu komunitas pemprogram yang berjumlah kecil namun sangat erat dimana mereka biasa bertukar kode program, dan setiap orang dapat memodifikasi program yang dibuat orang lain sesuai dengan kepentingannya. Hasil modifikasinya juga mereka sebarkan ke komunitas tersebut.

Perkembangan di atas antara lain dipelopori oleh Richard Stallman dan kawan-kawannya yang mengembangkan banyak aplikasi di komputer DEC PDP-10. Awal tahun 1980-an komunitas hacker di MIT dan universitas-universitas lain tersebut bubar karena DEC menghentikan PDP-10. Akibatnya banyak aplikasi yang dikembangkan di PDP-10 menjadi banyak yang kadaluarsa.

Pengganti PDP-10, seperti VAX dan 68020, memiliki sistem operasi sendiri, dan tidak ada satupun piranti lunak bebas. Pengguna harus menanda-tangani nondisclosure agreement untuk bisa mendapatkan aplikasi yang bisa dijalankan di sistem-sistem operasi ini.

Karena itulah pada Januari 1984 Richard Stallman keluar dari MIT, agar MIT tidak dapat mengklaim piranti-piranti lunak yang dikembangkannya. Tahun 1985 beliau mendirikan organisasi nirlaba Free Software Foundation (FSF). Tujuan utama organisasi ini adalah untuk mengembangkan sistem operasi.

Dengan FSF, Stallman telah mengembangkan berbagai piranti lunak: gcc (pengompilasi C), gdb (debugger), Emacs (editor teks) dan perkakas-perkakas lainnya, yang dikenal dengan peranti lunak GNU. Akan tetapi Stallman dan FSF-nya hingga sekarang belum berhasil mengembangkan suatu kernel sistem operasi yang menjadi target utamanya. Salah satu penyebab kegagalannya adalah sistem operasi tersebut dikembangkan oleh sekelompok kecil pengembang, dan tidak melibatkan komunitas yang lebih luas.

Lahirnya Linux (Linus Torvalds)

Linus Torvalds
Gambar 1. Linus Torvalds

Pada tahun 1991, seorang mahasiswa S2 Universitas Helsinki, Finlandia mulai mengembangkan suatu sistem operasi yang disebutnya Linux. Dalam pengembangannya Linus Torvalds melempar kode program dari Linux ke komunitas terbuka untuk dikembangkan bersama.

Komunitas Linux terus berkembang dimana kemudian akhirnya melahirkan distribusi-distribusi Linux yang berbeda tetapi mempunyai pondasi yang sama yaitu kernel Linux dan librari GNU glibc seperti RedHat, SuSE, Mandrake, Slackware, Debian dan lainnya.

Beberapa dari distribusi di atas ada yang bertahan dan besar, bahkan sampai menghasilkan distro turunan, contohnya adalah Distro Debian GNU/Linux. Distro ini telah menghasilkan puluhan distro anak, antara lain Ubuntu, Knoppix, Xandros, dan lainnya.

Free Software Foundation (FSF) selain perangkat lunak adalah lisensi GPL (GNU Public License), dimana lisensi ini memberi kebebasan bagi penggunanya untuk menggunakan dan melihat kode program, memodifikasi dan mendistribusi ulang peranti lunak tersebut. Linus Torvalds juga menggunakan lisensi ini dalam pengembangan dasar Linux.

Open Source Initiative (OSI) & Distribusi Linux

Seiring dengan semakin stabilnya rilis dari distribusi Linux, semakin meningkat juga minat terhadap peranti lunak yang bebas untuk di-sharing seperti Linux dan GNU tersebut. Akan tetapi terminologi free yang dimaksud oleh FSF menimbulkan banyak persepsi dari tiap orang. Sebagian mengartikan kebebasan sebagaimana yang dimaksud dalam GPL, dan sebagian lagi mengartikan untuk arti gratis dalam ekonomi.

Para eksekutif di dunia bisnis juga merasa khawatir karena keberadaan perangkat lunak gratis dianggap aneh. Kondisi ini mendorong munculnya terminologi Open Source dalam tahun 1998, yang juga mendorong terbentuknya OSI (Open Source Initiative), suatu organisasi nirlaba yang mendorong pemasyarakatan dan penyatuan Open Source, yang diinisiasi oleh Eric Raymond dan timnya.

Beberapa contoh daftar distribusi Linux yang didukung oleh Free Software Foundation ditunjukkan seperti pada Tabel 1 berikut ini.

Distribution Last update Based on Description
BLAG 2011-05-04 Fedora A free distribution based on Fedora.
Dragora GNU/Linux 2012-04-21 None An independent distribution based on concepts of simplicity.
Dyne:bolic 2011-09-08 Debian A live CD (installable on HDD) distribution, with special emphasis on audio and video editing.
gNewSense 2013-08-06 Debian (formerly Ubuntu) FSF-sponsored distribution.
Musix 2010-09-22 Knoppix LiveCD with special emphasis on music production, graphic design, audio, and video editing.
Parabola 2013-04-27 Arch Linux Full featured general-purpose distribution that strives to keep its packaging and management tools simple for easy customization.
Trisquel 2013-03-09 Ubuntu University of Vigo-sponsored distribution oriented to small enterprises, domestic users and educational centers.

Administrasi File Linux Debian

Administrasi File Linux Debian 🐧 Linux Debian • Praktikum Administrasi File Linux De...