A. Deskripsi Praktikum
Praktikum Fiber Optik ini dilakukan untuk memahami konsep dasar, fungsi, jenis, serta proses pembuatan dan pengujian kabel fiber optik. Kegiatan praktikum meliputi pengupasan kabel fiber optik, pemasangan fast connector, serta pengujian kualitas transmisi menggunakan alat ukur optik.
B. Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum ini adalah:
Mengetahui pengertian dan fungsi fiber optik.
Memahami jenis-jenis fiber optik.
Mengetahui kelebihan dan kekurangan fiber optik.
Mampu melakukan proses pembuatan/pemasangan konektor fiber optik dengan benar.
Mampu melakukan pengujian kabel fiber optik menggunakan alat ukur.
C. Pengertian Fiber Optik
Fiber Optik (FO) adalah media transmisi data yang menggunakan serat kaca atau plastik untuk mengirimkan sinyal dalam bentuk cahaya. Fiber optik bekerja berdasarkan prinsip pemantulan cahaya di dalam inti serat (total internal reflection), sehingga memungkinkan pengiriman data dengan kecepatan tinggi dan jarak yang sangat jauh dengan redaman sinyal yang kecil.
Teknologi fiber optik banyak digunakan dalam jaringan telekomunikasi modern karena memiliki performa yang lebih baik dibandingkan kabel tembaga.
D. Fungsi Fiber Optik
Fungsi utama fiber optik antara lain:
Media transmisi internet berkecepatan tinggi
Jaringan telekomunikasi (suara, data, dan video)
Jaringan komputer dan data center
Digunakan pada bidang industri dan medis
E. Jenis-Jenis Fiber Optik
Fiber optik terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu:
1. Single Mode Fiber (SMF)
Digunakan untuk transmisi jarak jauh dengan satu jalur cahaya. Biasanya digunakan pada jaringan backbone dan jarak antar kota.
2. Multi Mode Fiber (MMF)
Digunakan untuk transmisi jarak pendek dengan banyak jalur cahaya. Umumnya digunakan pada jaringan lokal (LAN).
F. Kelebihan Fiber Optik
Beberapa kelebihan fiber optik antara lain:
Kecepatan transmisi data sangat tinggi
Tahan terhadap gangguan elektromagnetik
Keamanan data lebih baik
Lebih awet dan stabil
G. Kekurangan Fiber Optik
Selain memiliki kelebihan, fiber optik juga memiliki beberapa kekurangan, yaitu:
Biaya instalasi relatif mahal
Membutuhkan teknisi yang terampil dan khusus
Proses perawatan dan perbaikan cukup rumit
H. Alat dan Bahan
1. Alat-Alat
Fiber Stripper (untuk mengupas coating dan buffer)
Fiber Cleaver (pemotong fiber presisi)
Crimp Tool Fiber Optik
Optical Power Meter (OPM) dan Light Source
Visual Fault Locator (VFL)
Cable Cutter
2. Bahan-Bahan
Kabel Fiber Optik
Fast Connector Fiber Optik
Alkohol Isopropyl (Opsional)
Tisu kering
I. Langkah-Langkah Praktikum
Potong kabel fiber optik sesuai dengan panjang yang dibutuhkan.
Pisahkan kabel yang masih menyatu, termasuk bagian kawat penguatnya.
Kupas bagian outer jacket/sheath (jaket luar) kabel fiber optik dengan panjang ±4 cm.
Kupas bagian cladding, sisakan sedikit di bagian bawah atau pangkal kabel.
Bersihkan sisa cladding menggunakan alkohol isopropyl dan tisu kering.
Potong ujung kabel fiber optik menggunakan fiber cleaver agar rata dan presisi.
Siapkan dua buah fast connector.
Masukkan kabel fiber optik yang telah dikupas ke dalam fast connector sesuai prosedur.
Lakukan pengujian menggunakan Light Source untuk memastikan cahaya laser dapat keluar di ujung kabel.
Ukur daya sinyal menggunakan Optical Power Meter (OPM). Nilai minimal kelayakan adalah -40 dBm.
Pada praktikum ini diperoleh hasil pengukuran sebesar -39,41 dBm, sehingga kabel fiber optik dinyatakan layak digunakan.
J. Hasil Praktikum
Hasil praktikum menunjukkan bahwa kabel fiber optik berhasil dipasang dengan baik dan mampu mentransmisikan cahaya dengan nilai daya -39,41 dBm. Nilai tersebut berada di atas batas minimal standar kelayakan.
K. Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa fiber optik merupakan teknologi jaringan yang sangat penting di era digital. Fiber optik memiliki kecepatan transmisi tinggi, stabil, dan aman. Proses pemasangan dan pengujian harus dilakukan dengan teliti agar menghasilkan kualitas transmisi yang baik dan layak digunakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar