Rabu, 17 September 2025

T533 Komunikasi Optik 1 Desain Sambungan Kabel LAN dan Fiber Optic

 Langkah Kerja 


Anda akan memasang kabel dan melakukan konfigurasi jaringan, dimulai dengan menghubungkan sumber internet (ISP) ke switch menggunakan kabel UTP, kemudian meneruskannya ke converter FO 6 port menggunakan kabel LAN, lalu ke converter LAN to FO menggunakan kabel FO, dan akhirnya menuju ke router melalui kabel UTP ke port 1 (WAN). Router akan dikonfigurasi secara dynamic agar dapat mendistribusikan internet dari ISP ke port 2 dan port 3 sesuai dengan IP address berdasarkan nomor absensi masing-masing. Port 2 router akan terhubung ke access point menggunakan kabel UTP, sedangkan port 3 router akan disambungkan ke laptop melalui kabel LAN, di mana Anda akan melakukan konfigurasi access point secara static sesuai dengan IP address absensi masing-masing, termasuk pengaturan keamanannya. Sebagai hasil akhir, Anda akan melakukan pengujian kecepatan internet pada laptop menggunakan kabel LAN dan koneksi wireless dari access point, memastikan jaringan berfungsi dengan optimal.


1) ISP (Internet Service Provider)

Definisi singkat: Perusahaan atau organisasi yang menyediakan akses internet ke pengguna rumahan, kantor, atau layanan cloud (mis. Telkom, Indihome, Biznet, XL).
Fungsi utama: menyediakan koneksi ke internet publik (routing ke backbone, alokasi IP, layanan DNS, dukungan jaringan).
Contoh penggunaan: berlangganan paket internet rumahan untuk browsing/streaming; ISP bisnis menyediakan leased line untuk kantor.
Perbedaan / catatan: ISP adalah penyedia layanan — bukan perangkat keras. Mereka menyediakan koneksi WAN yang akan dihubungkan ke perangkat rumah/kantor (modem, router).


2) Switch / HUB

Definisi singkat:

  • Hub: perangkat jaringan layer-1 yang meneruskan sinyal dari satu port ke semua port lain (broadcast).

  • Switch: perangkat layer-2 yang membaca MAC address dan meneruskan frame hanya ke port tujuan (lebih “cerdas”).
    Fungsi utama: menghubungkan beberapa perangkat Ethernet di jaringan lokal (LAN) agar dapat saling bertukar data.
    Contoh penggunaan: switch 8/16/24 port di kantor kecil untuk menyambungkan PC, printer, IP camera; hub jarang digunakan sekarang (digantikan switch).
    Perbedaan penting: switch lebih efisien dan aman (mengurangi collision, mendukung full-duplex, VLAN, manajemen), hub sudah usang kecuali untuk kasus sangat sederhana.


3) LAN (Local Area Network)

Definisi singkat: Jaringan lokal yang menghubungkan perangkat-perangkat dalam area terbatas (rumah, kantor, kampus).
Fungsi utama: memungkinkan berbagi file, printer, akses internet bersama, layanan lokal (server file, server aplikasi).
Contoh penggunaan: jaringan kantor dengan router + switch + AP + workstation yang saling berkomunikasi.
Perbedaan / catatan: LAN adalah konsep/jaringan — bukan satu perangkat. Berbeda dari WAN (jaringan luas) dan dari perangkat fisik seperti switch/router.


4) HTB 6 Port (asumsi: Hub / Switch 6-Port)

Definisi singkat: Perangkat kecil dengan 6 port Ethernet, bisa berupa hub atau switch (biasanya switch pada perangkat modern).
Fungsi utama: menambah jumlah port Ethernet untuk menghubungkan beberapa perangkat ke jaringan.
Contoh penggunaan: menambahkan 6 port di meja kerja/ruang server kecil untuk menghubungkan 4 PC + 2 IP camera.
Perbedaan / catatan: jika itu hub — broadcast ke semua port; jika switch — trafik diarahkan ke port tujuan. Pilih switch unmanaged untuk plug-and-play, managed switch jika perlu VLAN/monitoring.


5) Fiber Optik

Definisi singkat: Media transmisi yang menggunakan serat kaca/plastik untuk meneruskan sinyal cahaya (data) — memiliki kapasitas dan jarak lebih besar dibanding tembaga.
Fungsi utama: transport data kecepatan tinggi dan jarak jauh (backbone ISP, koneksi antar gedung, sambungan internet FTTH).
Contoh penggunaan: sambungan FTTH rumah, trunk antar gedung kampus, backbone ISP antar kota.
Perbedaan / catatan: dibanding kabel tembaga (UTP), FO: latency rendah, bandwidth tinggi, imun terhadap EMI, tapi butuh konverter/ONT dan penanganan khusus.


6) Converter FO A/B (Media Converter Fiber ↔ Ethernet, "A/B")

Definisi singkat (interpretasi): Perangkat yang mengubah sinyal fiber optic menjadi sinyal Ethernet (RJ45) dan sebaliknya. “A/B” dapat merujuk pada dua kanal duplex (port A untuk Tx, B untuk Rx) atau port redundant/switchable.
Fungsi utama: menghubungkan perangkat Ethernet (switch/router) ke jaringan fiber ketika perangkat tersebut tidak punya port SFP/SFP+ native.
Contoh penggunaan: kantor kecil menerima kabel fiber sampai lantai 1 → pasang media converter di sana untuk diteruskan ke switch Ethernet; atau menghubungkan dua switch melalui fiber menggunakan converter di tiap ujung.
Perbedaan / catatan: ada converter single-mode ↔ multimode, ada yang unmanaged/simple, ada yang support SFP module. "A/B" penting untuk memastikan Tx/Rx terpasang benar (duplex).


7) WAN (Wide Area Network)

Definisi singkat: Jaringan yang menghubungkan area geografis luas — mis. koneksi antar kantor cabang, atau internet sebagai WAN terbesar.
Fungsi utama: menghubungkan LAN yang berjauhan sehingga sumber daya bisa diakses lintas lokasi (VPN site-to-site, MPLS, internet).
Contoh penggunaan: kantor pusat dan cabang yang terhubung lewat leased line atau VPN melalui ISP; perusahaan yang menggunakan MPLS/SD-WAN.
Perbedaan / catatan: WAN berbeda dari LAN pada cakupan dan teknologi transmisi (bisa lewat fiber, satelit, leased line). Router & firewall biasanya menangani koneksi WAN.


8) Router

Definisi singkat: Perangkat layer-3 yang meneruskan paket antar jaringan (mis. dari LAN ke WAN) berdasarkan alamat IP. Router juga melakukan NAT, DHCP (kadang), routing, keamanan dasar.
Fungsi utama: menghubungkan beberapa jaringan IP, menentukan jalur terbaik, dan biasanya menerjemahkan alamat (NAT) sehingga banyak perangkat LAN bisa berbagi satu IP publik ISP.
Contoh penggunaan: router rumahan (menghubungkan modem ISP ke LAN + menyediakan DHCP + Wi-Fi pada beberapa model); router kantor untuk menghubungkan LAN internal ke internet dan mengatur VPN.
Perbedaan / catatan: berbeda dari switch yang bekerja di layer-2; router memutus/mentranslate antara subnet dan ke WAN.


9) Access Point (AP)

Definisi singkat: Perangkat yang menyediakan koneksi nirkabel (Wi-Fi) sehingga perangkat wireless (laptop, smartphone) dapat terhubung ke jaringan kabel LAN.
Fungsi utama: menyebarkan sinyal Wi-Fi, mengelola SSID, otentikasi, dan roaming antar AP (pada deployment terkelola).
Contoh penggunaan: AP ceiling di kantor untuk menyediakan Wi-Fi pegawai; AP outdoor untuk hotspot area publik.
Perbedaan / catatan: AP ≠ router walau beberapa perangkat gabungan (router Wi-Fi) punya fungsi AP. AP murni biasanya dikendalikan oleh controller atau cloud management di jaringan besar.


10) Laptop

Definisi singkat: Komputer portabel untuk pengguna akhir yang mendukung koneksi jaringan (Wi-Fi, Ethernet via port/adapter).
Fungsi utama: endpoint pengguna untuk bekerja, browsing, aplikasi bisnis, mengakses sumber daya lokal/remote (server, cloud).
Contoh penggunaan: pegawai menggunakan laptop untuk terhubung ke LAN via Wi-Fi/AP, mengakses file server di kantor atau layanan cloud melalui WAN/ISP.
Perbedaan / catatan: laptop adalah end device—berbeda dari perangkat infrastruktur seperti switch/router/ISP.


Diagram koneksi sederhana (ilustrasi)

ISP (internet) ──> Modem/ONT ──> Router ──> Switch ──> (PC, Server, IP Camera) └─> Access Point ──> Laptop / Smartphone (Wi-Fi) Switch <> Media Converter <> Fiber Optic (ke gedung lain / ISP backbone)

Tips praktis & ringkasan perbedaan kunci

  • ISP = penyedia layanan internet (bukan perangkat).

  • Router = penghubung antar-jaringan (LAN ↔ WAN) & pengatur IP/NAT.

  • Switch = hubungkan perangkat dalam LAN; hub = kuno, broadcast ke semua port.

  • WAN vs LAN = cakupan (WAN luas, LAN lokal).

  • Fiber Optik = media transmisi kecepatan tinggi; butuh converter atau SFP jika perangkat tidak punya port fiber.

  • Access Point = membuat jaringan nirkabel; laptop = endpoint yang memakai AP/switch/router.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar